}

Monday

Review: BritaniAkustik2

NEGARAYA - Sabtu, 23 Maret 2013, Negaraya Management kembali menggelar sebuah acara bertajuk BritaniAkustik. Masih di tempat yang sama, yakni Royal Taste cafe & lounge, Jl. Cipete Raya No. 91, Jakarta Selatan, BritaniAkustik edisi ke-2 ini menampilkan beberapa musisi yang memuaskan. Meski mengalami kendala hujan deras yang tak kunjung reda, namun BritaniAkustik2 tetap berjalan seperti yang diharapkan. Acara yang didukung penuh oleh Supernova Clothing, Kasabian Indonesia, The Cranberries Indonesia, dan The Script Indonesia, serta banyak media partner ini dibuka oleh duo host Andre Ferdinand dan Metimethonk. Nampak penonton perlahan berdatangan untuk menyaksikan para band yang akan memainkan lagu dari band-band asal Britania Raya. Namun, ternyata ada 2 band yang berhalangan untuk tampil malam itu, mereka adalah Beverages dan Taman Makam Pahlawan yang keduanya mengalami masalah sakit pada personilnya. Kendati demikian, tak menyurutkan antusiasme penonton untuk menikmati musik akustik yang disuguhkan para band lainnya.


Andre Ferdinand yang malam itu menjadi host, ternyata turut memberikan penampilannya dengan membawakan lagu-lagu milik Starsailor. Andre, begitu dia biasa disapa, membawa seorang teman untuk menjadi kibordis guna memaksimalkan penampilannya. Lagu pertama dibuka oleh "Silence Is Easy" dengan baik. Beberapa penonton yang hapal akan lagu dari band asal Wigan, Inggris ini pun ikut bernyanyi bersama. Penampilannya kemudian dilanjutkan oleh sebuah lagu yang diambil dari album pertama Starsailor, Love Is Here berjudul "Alcoholic."
Meski hanya tampil duo dengan format gitar akustik dan kibor, tak lantas membuat penampilan Andre Ferdinand biasa aja, justru penonton terlihat menikmati musik yang ia mainkan. Sebagai penutup, "Good Souls" dimainkan dan seluruh penonton memberikan applause-nya kepada Andre Ferdinand.

Hujan sudah nampak reda di luar, dan venue sudah mulai ramai. Itu membuat The You Know Who yang malam itu dijadwalkan akan membawakan lagu-lagu milik Kaiser Chiefs menjadi lebih bersemangat. Tanpa banyak berkomunikasi, mereka langsung memainkan "Ruby" sebagai pembuka penampilannya. Lagu yang sempat booming di awal tahun 2007 itu praktis membuat penonton mengeluarkan suaranya untuk mengikuti lirik demi lirik yang dinyanyikan sang vokalis. Selesai lagu pertama, The You Know Who mencoba untuk memperkenalkan lagu barunya berjudul "Trigger" di BritaniAkustik2 malam itu. Memang hampir tak ada yang mengenal lagu ini, tapi secara musikalitas, mereka menyuguhkannya dengan maksimal dan alhasil tepuk tangan penonton tanda apresiasi diberikan kepada The You Know Who selepas lagu tersebut dimainkan. Kembali ke Kaiser Chiefs, "Angry Mob" membuat suasana venue semakin hangat namun tetap megah dengan dentuman perkusi yang dimainkan oleh sang drummer. Sampai akhirnya penampilan mereka ditutup oleh "I Predict A Riot" yang membahana dan memuaskan. Seluruh penonton berdecak kagum akan aksi The You Know Who.

Semakin malam, BritaniAkustik2 semakin menyenangkan untuk dinikmati. Roger A tampil sebagai band berikutnya dan akan mengcover lagu-lagu milik Kasabian. Penampilan mereka dibuka dengan lagu "Butcher Blues" dan mendapat sambutan meriah dari penonton. Mungkin lagu tersebut masih asing di telinga beberapa penonton malam itu, namun itu tidak membuat penampilan Roger A menjadi pasif, justru itu memacu mereka untuk membawa penonton masuk ke dalam musik yang mereka mainkan. Di lagu kedua, "L.S.F. (Lost Soul Forever)" masih milik Kasabian dibawakan, lagu yang bertempo medium dengan vokal yang upbeat ini menambah semangat penonton untuk menikmati musik yang memang benar-benar berkualitas. Band yang baru saja merilis mini album pertamanya ini, kemudian membawakan lagu mereka sendiri yang berjudul "Merah, Jingga, Biru, dan Ungu" sebagai lagu berikutnya. Di lagu terakhir, "Haliastur Indus" yang merupakan single pertama mereka, juga dimainkan dengan sempurna. Penampilan Roger A malam itu memang sungguh menghibur.

Sally Flabby tampil setelahnya. Dengan spesialisasinya membawakan lagu-lagu The Cranberries, rasanya penampilan solois perempuan satu ini akan mendapatkan respon positif dari para penonton di #BritaniAkustik2. Lagu pertama dibuka dengan "Analyse", yang merupakan single yang diambil dari album Wake Up And Smell The Coffee milik band asal Limerick, Irlandia tersebut. Hampir semua penonton ikut menyanyikan lagu tersebut.
Semangat pun semakin tinggi untuk menyaksikan suguhan yang ditampilkan oleh Sally Flabby. Kemudian, "Zombie" didaulat menjadi lagu kedua yang dimainkan malam itu. Antusiasme penonton semakin terasa ketika mendengarkan mereka menyanyikan koor lagu itu sejak awal hingga lagu selesai. Malam itu seperti ada nostalgia era '90an dulu, di mana lagu itu sangat booming di industri musik dunia. Selesai lagu kedua, Sally Flabby ingin memperkenalkan single terbarunya berjudul "Rasional" di #BritaniAkustik2 ini. Nampak masih terdengar asing, namun perkenalannya tidak sia-sia; banyak penonton yang begitu menikmati lagu tersebut. Pada lagu penutup, Sally Flabby memainkan "Dreams" milik The Cranberries sekaligus membuat klimaks penampilannya malam itu. Keren!

Namun masih ada keseruan lainnya yang ditampilkan di #BritaniAkustik2 ini. Pain Is Gone adalah band yang ikut memberikan penampilan terbaiknya malam itu. Mereka tampil sebagai The Script, sebuah band asal Dublin, Irlandia yang memiliki banyak penggemar di Indonesia. Tampil dengan personil lengkap, Pain Is Gone membuka aksinya dengan memainkan lagu "Breakeven" di lagu pertama. Beberapa penonton yang ternyata adalah fans dari The Script, ikut menyanyikan lagu tersebut. Memasuki lagu kedua, Pain Is Gone memperkenalkan lagunya berjudul "How Could."
Lagu ini memang belum familiar, namun mereka mampu memberikan penampilan yang menghibur malam itu, penonton pun terlihat menikmati lagunya. Ternyata Pain Is Gone hanya membawakan 3 lagu saja, dan lagu terakhir mereka persembahkan dengan memainkan "The Man Who Can't Be Moved" milik The Script. Alhasil, mereka mendapat sambutan yang cukup meriah dari penonton, terlebih dari perwakilan The Script Fans Indonesia yang datang malam itu. Menghibur!

Setelah semua band selesai tampil, ada sesi jam session untuk beberapa waktu, lalu duo host menutup #BritaniAkustik2 dengan diiringi tepuk tangan penonton. Acara berjalan sukses dan ramai. Sampai jumpa di acara selanjutnya.

No comments:

Post a Comment